Merawat, Melangkah: Petani Kota

Merawat, Melangkah: Petani Kota

 

Aktivitas bertani atau berkebun identik dengan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. Tidak hanya masyarakat pedesaan, masyarakat kota pun sebenarnya dapat bertani untuk memenuhi kebutuhan akan bahan pangan organik dan sehat. Namun, pertumbuhan jumlah masyarakat dan keterbatasan lahan di perkotaan, memantik masyarakat perkotaan untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan halaman belakang atau atap tempat tinggal masing - masing. Kebiasaan masyarakat kota untuk memproduksi bahan pangan organik secara mandiri dapat dimulai dengan meninggalkan gawai sejenak dan mengambil sekop untuk kembali bertanam di sudut - sudut kecil tempat tinggal kita.

Tumbuh dari tempat pembuangan sampah di pinggir selatan kota Jakarta, Kebun Kumara mengubah tempat terlantar di tengah area rekreasi Pulau Situ Gintung menjadi kebun yang memproduksi bahan makanan secara mandiri—ekosistem yang baik untuk pertumbuhan tanaman dan aktivitas cacing yang bermukim dapat menyuburkan tanah.Kebun Kumara lahir dari kegelisahan akan gaya hidup masyarakat perkotaan yang katanya ‘terdidik’ tetapi justru tidak dapat merawat alam dan terputus dari alam.

Berawal dari kegelisahan tersebut, Kebun Kumara membangun sebuah usaha yang berdampak positif pada lingkungan dengan membantu masyarakat perkotaan menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Selaras dengan arti kata Kumara yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti generasi yang akan datang, Kebun Kumara terus berusaha untuk memperjuangkan hak masyarakat perkotaan untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan berkelanjutan bagi penghuninya, manusia dan alam.

Dibentuk pada tahun 2016, Kebun Kumara lahir atas dasar prinsip permakultur, yaitu pertanian dengan tatanan kehidupan yang lestari dan berkelanjutan. Kebun Kumara menawarkan sarana edukasi dalam bentuk workshop berkebun, menanam kompos dan mengajarkan mengenai kepedulian akan lingkungan bagi masyarakat perkotaan mulai dari usia anak-anak hingga orang dewasa. Instagram @kebunkumara juga aktif mengadakan diskusi secara online, Online Workshop dan edukasi berkebun melalui konten rutin mingguan Wednesday Wisdom dan konten Berkebun #DiRumahAja.

Selain sebagai sarana edukasi, Kebun Kumara juga menawarkan jasa pembuatan kebun pangan sendiri, mulai dari proyek kebun pangan di lahan yang luas hingga pengerjaan kebun pangan di sudut – sudut kecil rumah yang memiliki lahan terbatas. Melalui @tokokumara, Kebun Kumara menjual media tanam organik serta bibit tanaman antara lain cabe rawit, kunyit dan oregano.

 

“If we are driven by purposes greater than ourself, we will never quit, because there is no finish line, and it is never race, it just life.”

 

 

Soraya Cassandra menggunakan ATLAS sneaker

 

Kiat Berkebun Di Rumah oleh Soraya Cassandra

1. Observasi

Sinar Matahari: Perhatikan arah dan durasi matahari menyinari suatu tempat. 

Air: Mampu menjangkau seluruh kebun.

Apabila berkebun di atap rumah perhatikan kekuatan tanaman terhadap angin kencang serta pilih tanaman yang kuat akan suhu panas apabila diletakan di dekat exhaust air conditioner.

2. Interaksi

Tanamlah tanaman sesuai kebutuhan konsumsi penghuni rumah sehari - hari. Sesuaikan dengan kebutuhan, hal ini selaras dengan prinsip permakultur, agar tidak ada hasil tanaman yang terbuang secara percuma.


3. Mulai Berkebun

Tanamlah tanaman sesuai kebutuhan konsumsi penghuni rumah sehari - hari. Sesuaikan dengan kebutuhan, hal ini selaras dengan prinsip permakultur, agar tidak ada hasil tanaman yang terbuang secara percuma.

Media Tanam

Variasi media tanam yang dapat digunakan yaitu sekam mentah, sekam bakar, tanah liat dan sabut kelapa. Kandungan unsur hara untuk tanah dapat berupa pupuk kandang serta kompos. Resep khusus Kebun Kumara dalam menghasilkan tanah yang gembur yaitu dengan mencampurkan 1 tanah liat/sabut kelapa : 1 sekam mentah :  1 sekam bakar : 1 kompos atau pupuk kemudian pijat tanah hingga bercampur.

Benih dan Bibit

Cari benih dan bibit di dapur kita masing - masing, seperti benih cabe rawit dan keringkan dibawah sinar matahari selama 3 - 5 hari.

Perawatan

Seperti menjalani hubungan, dalam merawat tanaman juga butuh komitmen dan perhatian. Apabila tidak ada hujan, siram tanaman 2 kali sehari sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 4 sore. Energi positif! Seperti kata kakek - nenek kita bahwa dengan mengajak ngobrol tanaman maka tanaman akan tumbuh subur. Kebun Kumara percaya bahwa sesama makhluk hidup saling bertukar energi.

 

Apa harapan Kebun Kumara sebagai platform yang berdampak lebih bagi  masyarakat luas?

Kebun Kumara bukan ahli. Kami sekedar jembatan, wadah, untuk teman-teman kembali mengenal alam. Melalui pelatihan, produk kebun dan jasa 'edible landscaping' yang kami tawarkan, kami berharap gaya hidup yang dekat dengan alam bisa dicapai semua masyarakat kota.

Dari sekian tahun menjalankan Kebun Kumara, apa hal yang membuat Sandra dan tim tetap semangat menjalankan Kebun Kumara?

Love and purpose. If we are driven by a purpose greater than ourselves, we will never quit, because there is no finish line, and it is never a race. It is just life.


Apa arti dibalik hashtag #BerguruPadaAlam ?

We will always seek meaning, wisdom, growth. Suatu makna yang bisa memberi napas berarti untuk kehidupan kita. Alam bisa menunjukkan semua nilai-nilai dan proses kehidupan yang bermakna. Itulah mengapa kita sepatutnya bersimpuh dan berguru pada keagungan-Nya.

Apa arti kebahagiaan menurut Sandra?

Ketika mendefinisikan happiness, kita harus sadar dengan arti yang kita berikan pada kata tersebut. Happiness as an emotion, fluctuates. We can never be happy all the time, we experience a rainbow of emotions in life. But happiness as a state of being, is really about inner peace. Finding things that give me peace, this is paramount to happiness for me.

 

 

Teks, Wawancara, dan Foto  Raihan Alif


Leave a comment

Featured Article

Meet Our MAESTRO Artisan
Kelana

Meet Our MAESTRO Artisan

MEET ZENI Zeni is such sweet and so joyful always. We always love talking about many things with...
Jul 15, 2021
Archita, dan memori pertemuannya dengan Skeleton
Kelana

Archita, dan memori pertemuannya dengan Skeleton

  Pertemuan pertamaku dengan Pijakbumi dimulai tahun 2018. Pada waktu itu aku melihat salah satu temanku menggunakan Sakka...
Apr 30, 2021
Merawat, Melangkah: Mengenal Circular Fashion Dari Sosok Recycling Enthusiast
Kelana

Merawat, Melangkah: Mengenal Circular Fashion Dari Sosok Recycling Enthusiast

  Intan Anggita Pratiwie, pendiri Sight From The Earth ini sudah gemar membeli baju bekas dan merombaknya menjadi...
Apr 30, 2021
Merawat, Melangkah: Petani Kota
Kelana

Merawat, Melangkah: Petani Kota

  Aktivitas bertani atau berkebun identik dengan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. Tidak hanya masyarakat pedesaan,...
Apr 30, 2021